Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen, menekankan pemerintah Indonesia agar tetap mematuhi batas defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bank Dunia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dan fiskal.
JAKARTA – Bank Dunia atau World Bank buka suara terhadap kebijakan makan siang gratis yang diusung oleh Prabowo-Gibran. Rencananya, anggaran program prioritas tersebut masuk dalam APBN 2025.
* Menkes Tanya Soal Makan Siang Gratis Rp15.000 per Anak, Kenyang Apa Nggak?
* Sri Mulyani: Anggaran 2025 Disusun Sesuai UU Keuangan Negara
* Sri Mulyani Sebut Makan Siang Gratis Bikin Defisit APBN 2025 Naik
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen, menekankan pemerintah Indonesia agar tetap mematuhi batas defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bank Dunia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dan fiskal.
“Kami berharap Indonesia mematuhi batas defisit fiskal yang ditentukan yaitu 3% dari PDB yang ditentukan dalam undang-undang, dan juga menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas fiskal,” kata Satu kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, pada Selasa, 27 Februari 2024.
* Gaya Hidup Konsumtif Gen Z Jadi Tantangan Industri Asuransi
* Wakil Ketua MPR Kritik Rencana KUA jadi Tempat Nikah Semua Agama
* Saham Garuda Indonesia (GIAA) Menguat Usai Tersengat Fakta Ini
Satu Kahkonen perlu direncanakan dengan matang, terutama dalam hal penganggaran.
https://ouo.io/vAv7r3

Leave a comment