Sriniwas Pandey, salah satu peneliti dalam studi ini, menegaskan pentingnya gagasan yang ekstrem dalam mempertahankan popularitas di media sosial.
JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru menyoroti fenomena menarik di dunia media sosial. Pandangan yang lebih ekstrem atau eksentrik cenderung mendapatkan lebih banyak “like”.
Dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Binghamton, State University of New York, penelitian ini memanfaatkan data dari eksperimen online dan interaksi sosial untuk menggali hubungan antara popularitas ide dengan tingkat eksentrisitasnya.
Dilanisir TrenAsia.com dari psypost.org, penelitian ini tidak hanya berfokus pada pandangan politik atau agama yang radikal, tetapi juga meluas ke topik-topik sehari-hari yang kurang kontroversial.
Hasilnya menunjukkan bahwa bahkan topik seperti preferensi makanan atau gaya hidup bisa memicu polarisasi opini dan menarik perhatian di ranah digital.
https://ouo.io/8gOgpG


Leave a comment