Kebutuhan nikel di Indonesia sudah terpenuhi dalam rencana kerja dan anggaran biaya atau RKAB 2024 yang telah disetujui oleh Kementerian yang digawangi oleh Arifin Tasrif.
JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah adanya aksi nakal perusahaan smelter dalam negeri yang mengimpor bijih nikel dari negara tetangga, yaitu Filipina.
* Simbara Untuk Nikel-Timah Diklaim Tambah Cuan Negara Rp10 Triliun
* Rincian Produksi dan Penjualan Komoditas Antam (ANTM) Sepanjang Semester I-2024
* Target Saham Vale (INCO) Turun Usai Kinerja Kuartal I-2024 Merosot
Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Bambang Suswantono menegaskan, isu impor nikel yang masih dilakukan salah satu perusahaan nikel di dalam negeri merupakan isu yang sudah berlalu.
“Enggak, ada itu impor nikel bahasan yang lalu. Itu yang lalu,” kata Bambang saat ditemui di Kementerian Keuangan, Senin 22 Juli 2024.
* Erick Klaim Whoosh Hemat BBM Rp3,2 T, Namun Utangnya Bikin BUMN Tekor
* Penutupan LQ45 Hari Ini 22 Juli 2024: BRIS Paling Berkibar, SIDO Pimpin Penurunan
* IHSG 22 Juli 2024 Ditutup Naik 27,48 Poin
Bambang menekankan bahwa kebutuhan nikel di Indonesia sudah terpenuhi dalam rencana kerja dan anggaran biaya atau RKAB 2024 yang telah disetujui oleh Kementerian yang digawangi oleh Arifin Tasrif.
https://ouo.io/D340gC


Leave a comment