Hingga hari minggu, 21 Juli 2024, lebih dari 100 orang tewa menurut New York Times.
DHAKA – Bangladesh sedang dilanda gelombang kekerasan dan kerusuhan sejak Kamis lalu yang masih berlanjut hingga kini. Bentrokan besar dipicu ketidakpuasan terhadap sistem kuota 56% yang diterapkan dalam sistem penerimaan pegawai negeri sipil, dan semua pekerjaan yang berkaitan dengan pemerintahan.
* Kabar Baik Bagi PNS, Kenaikan Gaji Diumumkan 16 Agustus
* Catat Jadwalnya, Berikut Panduan Singkat, Padat, Lengkap CPNS 2024
* Berikut Formasi CPNS 2024 dengan Kuota Instansi Paling Banyak
Sistem tersebut diklaim pengunjuk rasa sebagai bentuk diskriminasi dan penindasan terhadap golongan tertentu. Diketahui 30% dari kuota 56% tersebut diperuntukkan bagi cucu dan keturunan warga Bangladesh yang berpartisipasi dalam perang pembebasan Bangladesh dari Pakistan tahun 1971.
Selain itu, pemerintah Bangladesh juga memangkas kuota pekerjaan untuk etnis minoritas dari 5% menjadi hanya 1%. Namun, pemerintah mempertahankan 1% pekerjaan yang saat ini diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
* Raup Cuan Investasi Rp178 Miliar, Rugi PALM Susut Puluhan Persen
* APHRF 2024 Dukung Hak Perokok Dewasa Gunakan Produk Rendah Risiko
* Segmen SKT Dinilai Yang Harus Dilindungi
Mahasiswa menuduh adanya diskriminasi dan favoritisme terhadap pendukung Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang partainya memimpin gerakan kemerdekaan. Diketahui, Perdana Menteri Hasina merupakan anak dari pendiri Bangladesh Sheikh Mujibur Rahman, sistem kuota spesial telah diterapkan Mujibur sejak tahun 1972.
https://ouo.io/fG60a2a


Leave a comment