146 PLTU Ikut Perdagangan Karbon dengan Total Kapasitas 25 MW

Perdagangan karbon diselenggarakan dalam tiga fase, yang pertama fase pertama 2023-2024, kemudian fase kedua 2025-2027, dan fase ketiga 2028-2030.

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggodok tentang perdagangan karbon. Saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mengikuti perdagangan fase pertama bertambah menjadi 146 unit di tahun 2024.

* Arcandra Tahar: Program Transisi Energi Dunia Melambat

* PII Ungkap Alasan Masih Jamin Infrastruktur PLTU yang Mau Disuntik Mati

* Tantangan dan Potensi Bursa Karbon di Tengah Minimnya Transaksi

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebut, jika berdasarkan peta jalan perdagangan karbon subsektor pembangkit listrik, perdagangan karbon ini berpotensi dapat menurunkan emisi gas rumah kaca lebih dari 100 juta ton CO2 ekuivalen di tahun 2030.

Bursa karbon Indonesia tahun 2023 sebanyak 146 unit dengan adanya tambahan kapasitas unit PLTU batu bara dengan kapasitas lebih besar atau sama dengan 25 MW.

* Daftar Produk Tabungan Bank BTN, Pilihan Terbaik Berbagai Kebutuhan Keuangan
* Sejarah, Tema Hingga Filosofi Logo Hari Anak Nasional 2024
* Proyeksi Laba dan Target Saham Batu Bara LQ45 Ini Direvisi Naik

“Untuk tahun ini jumlah peserta menjadi 146 unit dengan adanya tambahan kapasitas unit PLTU batu bara dengan kapasitas yang lebih besar atau sama dengan 25 MW,”ujarnya saat Webinar Perdagangan dan Bursa Karbon Indonesia, Selasa, 23 Juli 2024
https://ouo.io/BDifZU

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started