Dari pada ganti menteri lebih baik kembalikan tugas masing-masing kementerian sesuai tupoksinya
JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menilai pergantian Menteri ESDM Arifin Tasrif ke Bahlil Lahadia tidak akan efektif mengingat umur pemerintahan tinggal kurang dari dua bulan.
* Ini Daftar Menteri dari PDIP yang Bertahan Sisa Reshuffle
* Pencalonan Bahlil sebagai Ketum Golkar Sudah Disetting Sejak Awal
* Munas Golkar Pastikan Ubah AD/ART, Muluskan Jalan Gibran Jadi The Next Ketum?
Pembahasan program strategis Kementerian ESDM tidak akan tuntas. Mulyanto menyebut pergantian menteri kali ini sebagai kerjaan yang sia-sia dari sisi kinerja dan syarat kuat pada bobot politiknya.
“Itu langkah bongkar-pasang yang kurang tepat. Apa yang bisa diharapkan dari menteri baru secara struktural dalam waktu kurang dari dua bulan. Pembahasan dengan DPR juga hanya tinggal satu masa sidang lagi. Jadi ini murni bersifat politis”, ujar Mulyanto pada Selasa, 20 Agustus 2024.
* Penutupan IHSG Hari Ini 20 Agustus 2024: TELE Pimpin Kenaikan 25 Saham
* Penutupan LQ45 Hari Ini 20 Agustus 2024: Menguat 230 Poin, ARTO Top Gainer
* Mengenal Chandra Daya Investasi, Emiten Entitas Prajogo Pangestu yang Menyongsong IPO
Mulyanto menjelaskan, dari sisi perundangan, di ujung masa pemerintahan ini, pekerjaan rumah yang tersisa yang harus dituntaskan Menteri ESDM adalah RUU EBET, PP KEN (Kebijakan Energi Nasional), dan RUU Migas.
https://ouo.io/5nFTEr


Leave a comment