Mutasi pada protein lonjakan virus penyebab COVID-19 dapat membantu virus tersebut menginfeksi otak dengan memaksanya menggunakan “pintu belakang”.
JAKARTA- SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, kemungkinan lebih suka menggunakan “pintu belakang” ke dalam sel untuk menginfeksi otak. Hal ini terungkap dalam sebuah studi baru pada tikus.
* Sebagian Besar Kasus Hepatitis Tidak Terdiagnosis, Perlu Peningkatan Skrining
* Waspadai! Cacar Monyet Merebak di Indonesia, Begini Pencegahannya
* WHO Nyatakan Keadaan Darurat Kesehatan Global Mpox, Penyakit Apa Ini?
Temuan ini sebagian dapat menjelaskan mengapa banyak orang mengalami gejala neurologis. Gejala ini seperti kelelahan, pusing, kabut otak , atau kehilangan kemampuan mencium atau mengecap selama atau setelah terinfeksi virus. Para ilmuwan menduga gejala-gejala ini mungkin muncul ketika SARS-CoV-2 memasuki sistem saraf pusat. Tetapi bagaimana dan mengapa virus berpindah dari saluran pernapasan ke otak belum jelas hingga saat ini.
Dalam artikel yang diterbitkan pada 23 Agustus di jurnal Nature Microbiology para peneliti menemukan mutasi pada protein lonjakan virus yang digunakannya untuk memasuki sel manusia. Caranya dengan mengikat molekul yang disebut ACE2 di permukaan sel.
* Harga Emas Tinggi, Penjualan Meningkat tetapi Laba Aneka Tambang (ANTAM) Merosot
* Gangguan Sistem Warnai War Tiket Green Day di Jakarta
* China Batasi Konsumsi Batu Bara, Bukit Asam (PTBA) Bidik Ekspor Asia Tenggara hingga Selatan
“Protein lonjakan SARS-CoV-2 melapisi bagian luar virus dan memungkinkannya memasuki sel,” kata co penulis studi Judd Hultquist kepada Live Science Senin 26 Agustus 2024. Hultquis adalah asisten profesor penyakit menular di Universitas Northwestern di Chicago.
https://ouo.io/YelQouX


Leave a comment