Pemerintah berencana menawarkan 5 wilayah kerja panas bumi pada tahun 2025 mendatang untuk Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE)
JAKARTA – Pengembangan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) sesuai komitmen Indonesia dalam Paris Agreement dan target Net Zero Emission (NZE) di 2060 memerlukan setidaknya investasi sebesar US$14,2 miliar atau setara dengan Rp220,2 triliun (Kurs Rp15,500 per dolar AS) untuk meningkatkan kapasitas listrik EBT menjadi 8,2 Giga Watt (GW).
* Masih Ada Gap, Bauran Energi Sulit Dicapai
* Adu Kinerja Empat Emiten Energi Baru Terbarukan di Semester I-2024
* Apa Urgensi BBM Rendah Sulfur yang Rilis Agustus 2024?
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukkan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyebut peningkatan kapasitas listrik EBT sesuai target pada tahun 2025 bukanlah sebuah keniscayaan namun memerlukan dana investasi yang sangat besar.
“Kita memerlukan investasi hingga tahun depan (2025) investasi hingga US$14,2 miliar guna menaikkan kapasitas dari renewable itu hingga 8,2 gigawatt (GW). Kita bisa menaikkan bauran energi terbarukan tahun depan dari 13 persen menjadi 21 persen,” katanya di Jakarta pada Rabu, 4 September 2024.
* Identity Stack, Solusi yang Bisa Cegah 99,9 Persen Penipuan Identitas Berbasis Deepfake dan AI
* Muncul Transaksi Nego Saham GOTO, Nilainya Tembus Rp814 Miliar
* Transisi Pemerintahan Prabowo–Gibran Didorong untuk Lindungi Industri SKT dari Dampak Kenaikan Cukai
Eniya mengungkapkan, beberapa sumber-sumber energi terbarukan di Indonesia yang potensi ketersediaanya mencukupi bahkan beberapa melimpah seperti, solar 3.294 GW, angin 155 GW, air 95 GW, arus laut 63 GW, BBN 57 GW dan anas Bumi 23 GW.
https://ouo.io/rKn3vq


Leave a comment