Menurutnya perihal perizinan ini harus dibenahi agar potensi 24.000 MW dapat dimanfaatkan dengan cepat.
JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengaku heran dengan lambatnya proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia. Padahal, menurutnya RI memiliki potensi hingga 24.000 MW dan pembangkit listrik ini tidak tergantung pada musim dan cuaca.
Jokowi mengetahui hal ini setelah mengunjungi 3 lokasi PLTP yang dan menemukan banyak investor yang berminat menanamkan modalnya pada pembangunan PLTP di dalam negeri.
“Dan ketahuan seperti yang disampaikan Menteri ESDM ternyata untuk mulai konstruksi dari awal sampai urusan perizinan bisa 5-6 tahun,” ujar Jokowi dalam sambutannya pada agenda Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) ke-10 di Jakarta Convention Center (JCC) Rabu, 18 September.
* Impor Susu Tembus Rp1,45 T, PR Program Susu Gratis Era Prabowo
* Potensi Volatilitas Bitcoin setelah Penurunan Suku Bunga dan Datangnya ‘Uptober’
* Kemenkes Diminta Hentikan Pembahasan RPMK 2024 terkait Produk Tembakau dan Rokok Elektronik
Menurutnya perihal perizinan ini harus dibenahi agar potensi 24.000 MW dapat dimanfaatkan dengan cepat. Lantaran, hingga saat ini potensi yang sudah dikembangkan baru 11% dari total potensi yang ada.
https://ouo.io/HI8ooR


Leave a comment